Tuesday, 27 December 2016

KISAH NYATA! JENAZAH TERBAKAR SAAT MAKAM DIBONGKAR. PELAJARAN BAGI KITA YANG MASIH DIBERI UMUR...

Ini adalah kisah nyata terbakarnya jenazah saat makamnya dibongkar. Cerita memilukan ini disarikan dari ceramah KH Zubairi Rahman, pengasuh Program Keluarga Sakinah Suara Giri FM.

Sebut saja nama si jasad itu Karta. Ia telah menikah dengan wanita pilihannya. Wajahnya cantik. Namun sayang, hatinya tak secantik wajahnya.

Karta mulai terpengaruh dengan istrinya dan hampir selalu menurutinya. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai.Selain Karta dan istrinya, di rumah itu juga tinggal ibunya. Sebelumnya, Karta bersikap baik pada ibunya. Tapi perlahan, sang istri 'mencuci otak' sang suami.
 


Suatu hari, sepulang Karta dari tempat kerja, istrinya mengadu. “Mas, ibu itu bagaimana sih. Kerjanya cuma jalan-jalan ke rumah tetangga. Nggak mau bantuin aku.”Karta langsung termakan kata-kata sang istri. Dicarinya ibunya.

“Ibu, ibu sukanya ke main ke rumah tetangga ya. Nggak mau mbantu menantu ibu.”
“Siapa yang bilang begitu. Ibu itu yang ngepel dan nyapu rumah ini, Karta. Ibu yang mencuci. Dan makanan yang kamu makan itu, itu juga ibu yang masak. Ibu memang ke rumah tetangga, tapi itu cuma sebentar. Untuk istirahat. Kalau istirahat siang-siang di rumah ini, ibu bisa dimarahi istrimu…”

Mendengar penjelasan itu, bukannya minta maaf, Karta malah tidak mempercayainya. “Ah, ibu alasan saja.”Hari-hari berikutnya, hubungan antara Karta dan ibunya tak kunjung membaik. Apalagi hubungan antara ibu dengan istri Karta, semakin memanas. Hingga suatu malam, setelah Karta sampai di rumah, sang istri memintanya mengambil keputusan yang sangat sulit.

“Mas, aku sudah tidak betah lagi sama ibu. Aku dan ibu tidak bisa lagi tinggal dalam satu atap. Sekarang Mas pilih, aku yang pergi atau ibu yang keluar dari rumah ini,” kata istri Karta dengan nada tinggi.

Karta bingung. Ia tidak tega mengusir ibunya, tetapi ia juga tidak sanggup berpisah dari istrinya.
Entah setan apa yang merasukinya, ia pun melangkah ke kamar ibunya.

“Masya Allah, benarkah kamu mau mengusir ibu ini, Karta?” tanya ibu setengah tak percaya saat mendengar Karta memintanya pergi dari rumah.
“Iya, Bu. Ini demi kebaikan rumah tangga kami.”
“Kamu tega, Karta,” orang yang namanya dipanggil hanya diam, “kalaupun kamu mengusirku, tunggulah besok pagi. Tengah malam begini, ibu harus ke mana?”
Karta terdiam. Ia tak menjawab. Tapi keputusannya telah bulat.
Beberapa waktu kemudian, ibu keluar dengan tas di tangannya. Tidak semua barangnya bisa dibawa. Ia melangkah berjalan di tengah malam, sambil air mata terus menetes membasahi pipinya.

Sebagai seorang ibu, ia sungguh sangat kecewa. Sakit hatinya. Diusir oleh anak sendiri yang lebih mementingkan istri tak berakhlak daripada ibunya.Dalam kondisi itu, sang ibu pun berdoa. “Ya Allah, hatiku sakit atas perlakuan ini. Anakku sendiri mengusirku, padahal aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Ya Allah, aku tidak ridho padanya. Aku haramkan seluruh air susu yang diminumnya sejak bayi hingga membentuknya seperti saat ini.”

Doa seorang ibu yang didurhakai, doa di tengah malam, dalam kondisi hujan rintik-rintik, ketiga faktor mustajabnya doa itu bertemu

Keesokan harinya, Karta merasakan seluruh tubuhnya sakit. Kulitnya mulai gatal-gatal. 
Makin lama, kulitnya seperti melepuh. Hari-hari berikutnya lepuhan itu mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat. Sampai-sampai, tetangga yang menjenguknya pun tidak berani mendekat.

“Tolong carikan ibuku, aku ingin minta maaf. Sakitku ini karenanya,” pintanya pada seseorang.
“Tidak. Biar Karta merasakan sakit itu. Sakitnya hatiku diusir lebih sakit dari apa yang dirasakan Karta,” jawab sang ibu saat ditemui pesuruh Karta, “aku tak mau kembali ke rumah itu.”

Beberapa hari kemudian, Karta pun meninggal. Begitu busuknya bau Karta, sampai-sampai tidak ada yang mau memandikannya.

Sang istri pun menyewa orang untuk memandikan Karta. Waktu meninggalnya Karta hampir bersamaan dengan meninggalnya orang lain di kampung yang sama.

Sehingga tersedialah dua galian untuk memakamkan mereka. Dan baru saja Karta dimakamkan, keributan terjadi.

“Ini seharusnya makam untuk saudara saya, kenapa ditempati,” kata seseorang yang terkejut melihat galian makam untuk saudaranya telah terisi.

“Maaf pak, kami tidak tahu. Karena sudah terlanjur, sekali lagi kami minta maaf. Mohon almarhum dimakamkan di galian satunya Pak, kan sama-sama makamnya.”

“Tidak bisa! Ini sudah kita pesan liang lahatnya dekat dengan anggota keluarga yang meninggal sebelumnya. Kalau di sana kan jadi terpisah. Kami tidak mau. Harus dibongkar”

Karena tidak bisa diajak kompromi, akhirnya warga pun mengalah untuk membongkar kembali makam Karta. Anehnya, saat makamnya dibongkar, mereka mendapati kain kafan Karta telah berubah warna; coklat keabu-abuan. 

Tubuhnya juga tampak lebih tipis. Dan begitu dibuka, mereka terkejut bukan main. Jenazah Karta berubah warna dan bentuk, seperti hangus terbakar.

Demikian dahsyatnya azab bagi anak yang durhaka kepada ibunya. Azab pedih langsung terjadi di dunia dan lebih pedih lagi saat berada di alam barzah.
(Ism, Sumber: Pelangimuslim.com)

Shalatlah yang Khusyuk dan Hindarilah Tanda Hitam di Jidat Sebab Itu Adalah..

Perbanyaklah sujud namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak bagus dan hindari munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan timbul riya’, ujub (bangga diri) dan kesombongan…..


Apabila cara sujud benar, maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri. Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat. Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala.
Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.
عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟
Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.
Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!”(Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).
عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.
Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).


عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.
Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).
عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.
Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari ATSARIS SUJUUD (bekas sujud)’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapalen’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapalen’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).
Bahkan dalam kitab Hasiyah as-Showi,
وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود
“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan TUKANG RIYA’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” dalam sebuah hadits disebutkan sungguh saya benci seseorang yang saya lihat diantara kedua matanya terdapat bekas sujud (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).



sumber: bacapos.net

Untuk Istri: Jika Bertengkar Dengan Suami Jangan Kabur, Apalagi Update Status

Dalam hidup berumah tangga, wajar kiranya ada permasalahan. Tapi seberat apapun masalah yang Anda alami dengan suami, jangan lari atau kabur dari rumah.


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Bertaqwalah kepada Alloh rabbmu. Janganlah engkau keluarkan mereka dari rumah-rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) keluar kecuali kalau mereka melakukan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Alloh dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Alloh, sesungguhnya dia telah berbuat dzalim kepada dirinya sendiri. Engkau tidak mengetahui mungkin saja Alloh menjadikan sesudah itu kebaikan.”  [QS. Ath-Thalaq : 1]
Maka, keluarnya seorang istri dari rumah, di samping termasuk sikap yang diharamkan oleh Allah, juga hanya akan memperbesar permasalahan yang sedang terjadi. Janganlah seorang istri muslimah mengikuti apa yang telah dilakukan oleh mayoritas kaum wanita dimana ketika terjadi perselisihan dengan suami-suami mereka, mereka pun berkata, “Pulangkan aku ke rumah orangtuaku!” atau “Aku akan menelpon keluargaku!”, lalu dia pun meminta mereka untuk menjemputnya dari rumah itu. Ini semua dilarang oleh syariat.
Jangan sampai muncul dari kita akhlak yang jelek sehingga menyebabkan kita diusir atau kabur dari rumah kita sendiri. Hendaklah seorang istri tetap tinggal di rumah, dan terus berupaya mencari jalan keluar dari permasalahan dengan berbagai cara yang sesuai syar’i.
Mencari jalan keluar juga bukan dengan cara update status di sosial media. Karena itu tidak akan membantu, malah akan semakin memperburuk keadaan karena aib keluarga akan tersebar ke orang terdekat bahkan orang yang tidak kamu kenal.
Hal terpenting dalam keluarga saat ada masalah adalah duduk bersama dan membicarakan permasalahan yang tengah terjadi. Jangan gengsi dan malu untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi, baik itu pihak istri maupun pihak suami. Agar semuanya jadi jelas dan tidak salah paham lagi.
Yang terakhir, tetaplah berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah agar keluarga anda selalu dalam lindungan Allah. Semoga bermanfaat.

Monday, 26 December 2016

Amalkan Doa ini, Doa Agar Cepat Memiliki Rumah, Insha Allah Tidak Sampai Setahun Kita Sudah Di Beri Rezeki Rumah

Di riwayatkan dari alhabib Tohir Alkaff, beliau mendapatkan dari Alhabib Thohir bin
Muhammad bin Sholeh Alhamid (Tanggul), beliau berkata ini do’a dari Alhabib Sholeh Tanggul.
inilah DOA AGAR CEPAT MEMILIKI RUMAH :



ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺭﺏ ﺍﻟﺒﻴﺖ

ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺑﺠﺎﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ

ﺃﻥ ﺗﻴﺴﺮ ﻟﻲ ﺧﻴﺮ ﺑﻴﺖ

ﺣﺘﻰ ﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﻟﻴﺖ

Allahhumma robbal bait

As aluka bijahi ahlil bait

An tuyassiro li khoiro bait

Hatta la naqul ya lait.

== artinya

Ya allah engkau pemilik baitullahAku memohon
dengan wasilah ahlil
bait rosulallah

Agar engkau mudahkan untukku sebaik2nya rumah.

Sehigga aku tidak mengucap seandainya aku punya rumah,

InsyaAllah tidak sampai setahun kita sudah diberi rezeki rumah.

Jangan Lupa biasakan memberi sedekah untuk anak yatim minimal memberinya sekedar jajan dan usap kepalanya dengan penuh kasih sayang .

TIPS MENDATANGKAN RIZQI
Para ulama ‘arif billah telah menyebutkan tips-tipsamalan yang dapat mendatangkan, menarik atau menghadirkan rizqi, yaitu:

1. Shalat dengan penuh khidmat dan khusyu’.

2. Membaca surat al-Waqi’ah di malam hari.

3. Membaca surat Yasin dan Tabarak di waktu pagi.

4. Mendatangi masjid sebelum dikumandangkan adzan.

5. Selalu dalam keadaan suci (jika ia batal langsung memperbarui wudhunya).

6. Melaksanakan shalat sunnah Fajar dan Witir di rumah.

7. Memakmurkan masjid ba’da shalat Shubuh hingga keluarnya matahari dengani’tikaf di dalamnya dan memperbanyak bacaan: “Yaa Kaafiy yaa Mughniy yaa Fattahyaa Razzaaq.”

Sedangkan dari Imam Syafi’i Ra. mengatakan bahwa: 4 hal yang dapat menarik rizqi:

1) Qiyamullail

2) Memperbanyak istighfar di waktu sahur

3) Senang bersedekah

4) Membaca dzikiran di awal siang hari dan di akhirnya.”


dan Ada empat sebab yang bisa mempersulit datangnya rezeki:

1. Tidur dipagi hari

2. Sedikit sholat

3. Malas

4. Khianat

Semog bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada saudara yang lain...

Duh, Pengantin Wanita Ini Pingsan Setelah Menjalani Malam Pertamanya, Ternyata Penyebabnya Adalah…

menjadi impian setiap orang, apalagi bagi pasangan yang baru menikah akan merasakan suatu hal yang baru pula dalam kehidupannya. Namun ada kisah mengejutkan mengenai pasangan yang baru menikah.


Seorang wanita yang baru saja menikah tersebut terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera parah di bagian intlm setelah menghabiskan malam pertama dengan suaminya.
Kejadian yang terjadi di Coyoacan, Meksiko itu menyebutkan si istri
meraung
kesakitan setelah beberapa menit mereka bersama.
“Istrinya menjerit kesakitan akibat ukuran penls suaminya terlalu besar sehingga menyebabkan istrinya pingsan,” kata adik korban.
Setelah kejadian itu, wanita tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit. Usai diperiksa dokter, ternyata usai diperiksa, pihak rumah sakit menegaskan bagian intlm wanita itu mengalami cedera dan terkoyak akibat hubungan intlm dengan suaminya.
Salah satu mitos yang diyakini banyak orang, khususnya bagi para wanita yang berusia muda, kem4*luan lelaki yang besar dapat membuat hubungan mereka menjadi lebih menarik dan memuaskan.
Konon mereka percaya sensasi yang dirasakan jauh lebih nikmat, padahal dalam kenyataannya banyak wanita yang tertipu dengan kepercayaan itu yang pada akhirnya merasa tersiksa.
Sehingga hubungan intlm menjadi satu keterpaksaan yang mau tidak mau harus dilakukan agar segera cepat selesai karena kesakitan.

Inilah 8 Waktu yang Disunahkan Sangat Baik untuk Suami-Istri Berhubungan, No 2 No 8 Jarang Di Ketahui!

Hal ini perlu diketahui oleh pasangan yang menikah karena ketika melakukan hubungan , hitungannya tetap bersedekah secara bersama-sama.



Ingat bahwa menikah adalah suatu ibadah, jadi bukan hanya kesenangan dan kenikmatan biasa yang bisa didapatkan oleh pasangan tersebut. Allah akan memberikan pahala bagi pasangan yang berhubunganan .


Ada delapan waktu di mana pasangan suami istri bisa melakukan hubungan  yang akan menambah pahala, dan namanya sunnah, kalau tidak dikerjakan maka tidak juga berdosa.

1. Malam Senin

Alasan mengapa malam Senin menjadi waktu yang pas dan disunnahkan bagi pasangan suami-istri untuk melakukan hubungan karena jika akhirnya membuahkan seorang anak, anak tersebut dipercaya akan hafal Alquran.

2. Malam Selasa

Malam Selasa rupanya juga sunnah bagi pasangan sah untuk melakukan hubungan  setelah malam Senin. Ini dikarenakan pasangan suami istri akan mendapatkan anak yang syahid atau syahadah.

3. Malam Kamis

Waktu-waktu yang disunnahkan untuk berhubungan  salah satunya adalah malam Kamis karena pasangan yang melakukannya akan memperoleh anak yang penuh dengan kebijaksanaan.

4. Hari Kamis

Berhubungan pun juga tidak lupa disunnahkan pada hari Kamisnya, jadi tidak hanya bisa malam Kamisnya. Setelah matahari terbit, pagi pun menjadi waktu yang tepat untuk berhubungan . Berhubungan  pada hari tersebut maka pasangan akan memperoleh anak yang akan jauh dari setan.

5. Malam Jumat

Hubungan  malam Jumat dianjurkan? Jawabannya adalah ‘ya.’ Malam Jumat bukan hanya disarankan, tapi menjadi sunnah bagi para pasangan Islam, khususnya jika ingin punya anak yang bisa menjadi orator atau Khatib nantinya kalau sudah besar.

6. Malam Jumat Setelah Isya

Melakukan hubungan  malam Jumat tepatnya sesudah Isya juga sunnah. Pasangan pun nantinya akan memperoleh anak yang bisa mirip sekali dengan orang tuanya.

7. Hari Jumat

Ternyata tidak hanya malam Jumat saja yang sunnah, bahkan hari Jumatnya pun ikut sunnah, terutama waktu setelah ashar karena pasangan yang melakukan hubungan  pada waktu tersebut akan memperoleh anak yang bisa menjadi ilmuwan terkenal.

8. Malam Pertama Bulan Ramadan

Selain dari etika berhubungan , melakukannya pada waktu yang disunnahkan akan membuat pasangan mendapatkan pahala dan kenikmatan dari Allah SWT. Salah satu dari delapan waktu sunnah ini adalah malam pertama pada bulan Ramadan.

Pasangan Muda Ini Menyewa Rumah Hantu Bekas Dukun. Sungguh Tak Disangka Apa mereka Temukan..

Ini adalah kisah nyata sepasang suami istri muda. Dengan modal cinta mereka yakin dapat melabuhkan bahtera rumah tangga hingga bahagia tiba.


Bila mendengar kisah mereka, akan membuat hati kita merasa iba. Suka duka keluarga mereka tapi tetap setia satu dengan yang lain. Berikut sang istri menceritakan perjalanan hidup mereka hingga akhirnya bahagia.
Mereka memang menikah di usia muda, karena keyakinan mereka.

Suka-dukanya sedikit banyak bisa diambil pelajaran, karena untuk menikah pun tidak harus menunggu kaya dulu.
Kemudian kenangan mereka saat menyewa rumah hantu, mengajarkan bahwa keteguhan iman dan kesabaran mampu mengalahkan rasa takut.

Bukankan, Allah Swt pun telah menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk paling mulia di muka bumi dengan kesempunaan melebihi makhluk yang lain.
Yakni jin dan malaikat yang memang harus kita imani keberadaaannya.

Penasaran, silakan baca kisah selengkapnya seperti dikutip dari fanspage "My Media Hub":

Dulu sebelum kami menikah, banyak yang bertanya kenapa ingin menikah muda? Apakah selesai sekolah? Sudah Ngebetkah?
Padahal, si calon suami tidak memiliki apa-apa pada waktu itu.
Tidak ada mobil, sepeda motor pun tak ada saat kami menikah.
Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Jawabannya sebab saya sudah bertemu seorang pria yang sangat penyabar dengan saya.
Jadi, tidak boleh lepaskan dia kan? Kan! Kan! Kan!

Mereka tidak mau menjadi beban orang tua.

Bayangkan sangking penyabar sang suami, di saat kesulitan saat memberi nafkah lahir, dia pun tidak makan siang sewaktu pertama kali menikah.
Dulu setelah menikah, kita
tidur di atas selimut saja.
Tak ada pun keluhan-keluhan meskipun rasanya tidak enak.
Kondisi itu dilalai dalam beberapa bulan, sebab malu juga jika minta tolong ibu dan ayah.
Heran, Kenapa Sewa Rumah Sangat Murah?
Momen yang paling saya ingat, saat kami pindah ke sebuah rumah.

Kami pindah dari rumah lama sebab sewanya mahal dan yang baru ini sangat murah.
Bayangkan RM350 (sekitar Rp 1.143.450) di Kuala Lumpur, harga yang terbilang sangat terjangkau.
Namun rumah itu hanya ada satu kamar saja.
Kami pun heran juga kenapa orang tidak pernah tinggal lama di rumah itu.

Padahal, harga sewanya murah!
Rupanya rumah kami itu adalah bekas rumah dukun.
Jadi bisa sedikit dimengerti, haha! Kemudian tetangga sendiri mengaku rumah itu dihuni oleh 'sesuatu'.
Pernah ada kejadian ketika saya sedang mengaji, Bang Syammil, sang suami tiba-tiba terjatuh.

Tidak tahulah apakah disebabkan oleh angin atau apa.
Menurut tetangga, ada hantu perempuan selalu menangis di depan rumah saya.
Penghuni rumah yang sebelum ini pun pernah juga mengalaminya, tapi kami tak pernah pula melihat apa-apa.
Sewaktu belajar dulu, saya tinggal di Shah Alam.
Bang Syammil duduk seorang diri. Dia sampai melihat pocong saat duduk sendiri di depan rumah.
Besoknya terus demam. Kasihan Syammil.

Namun, yang bersyukur sudah hampir dua tahun kita tinggal di rumah itu dan tetangga pun bilang kamilah yang paling lama menyewa. Hahaha!
Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja dan kami juga sudah pindah ke rumah lain.
Semoga abang terus sabar melayani, karenah saya yang 'gila-gila' ini ya. 


Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa menikah tidak harus menunggu kaya dulu. Namun kekuatan cinta dan kepercayaan membuktikan segalanya. Tapi tak serta merta hanya dengan cinta dan kepercayaan dapat membina rumah tangga. Perlu ada rencana dan pikirkan masak masak buat remaja dan para kaum muda yang ingin menikah.