Showing posts with label ibadah. Show all posts
Showing posts with label ibadah. Show all posts

Monday, 26 December 2016

Amalkan Doa ini, Doa Agar Cepat Memiliki Rumah, Insha Allah Tidak Sampai Setahun Kita Sudah Di Beri Rezeki Rumah

Di riwayatkan dari alhabib Tohir Alkaff, beliau mendapatkan dari Alhabib Thohir bin
Muhammad bin Sholeh Alhamid (Tanggul), beliau berkata ini do’a dari Alhabib Sholeh Tanggul.
inilah DOA AGAR CEPAT MEMILIKI RUMAH :



ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺭﺏ ﺍﻟﺒﻴﺖ

ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺑﺠﺎﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ

ﺃﻥ ﺗﻴﺴﺮ ﻟﻲ ﺧﻴﺮ ﺑﻴﺖ

ﺣﺘﻰ ﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﻟﻴﺖ

Allahhumma robbal bait

As aluka bijahi ahlil bait

An tuyassiro li khoiro bait

Hatta la naqul ya lait.

== artinya

Ya allah engkau pemilik baitullahAku memohon
dengan wasilah ahlil
bait rosulallah

Agar engkau mudahkan untukku sebaik2nya rumah.

Sehigga aku tidak mengucap seandainya aku punya rumah,

InsyaAllah tidak sampai setahun kita sudah diberi rezeki rumah.

Jangan Lupa biasakan memberi sedekah untuk anak yatim minimal memberinya sekedar jajan dan usap kepalanya dengan penuh kasih sayang .

TIPS MENDATANGKAN RIZQI
Para ulama ‘arif billah telah menyebutkan tips-tipsamalan yang dapat mendatangkan, menarik atau menghadirkan rizqi, yaitu:

1. Shalat dengan penuh khidmat dan khusyu’.

2. Membaca surat al-Waqi’ah di malam hari.

3. Membaca surat Yasin dan Tabarak di waktu pagi.

4. Mendatangi masjid sebelum dikumandangkan adzan.

5. Selalu dalam keadaan suci (jika ia batal langsung memperbarui wudhunya).

6. Melaksanakan shalat sunnah Fajar dan Witir di rumah.

7. Memakmurkan masjid ba’da shalat Shubuh hingga keluarnya matahari dengani’tikaf di dalamnya dan memperbanyak bacaan: “Yaa Kaafiy yaa Mughniy yaa Fattahyaa Razzaaq.”

Sedangkan dari Imam Syafi’i Ra. mengatakan bahwa: 4 hal yang dapat menarik rizqi:

1) Qiyamullail

2) Memperbanyak istighfar di waktu sahur

3) Senang bersedekah

4) Membaca dzikiran di awal siang hari dan di akhirnya.”


dan Ada empat sebab yang bisa mempersulit datangnya rezeki:

1. Tidur dipagi hari

2. Sedikit sholat

3. Malas

4. Khianat

Semog bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada saudara yang lain...

Sunday, 25 December 2016

Wahai Istri.. Ajaklah Suamimu Berhubungan Seminggu 3 Kali, Ini Manfaatnya !

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berhubung4n Su4mi Istri tiga kali seminggu bisa membantu orang mengamankan karir di tempat kerja. Anda tentu terkejut saat membacanya, bukan? Anda pasti sedang bertanya-tanya apa hubungan antara s3ks dan pekerjaan?



Sebuah studi yang dilakukan oleh Anglia Ruskin University menemukan bahwa orang yang berhubung4n Su4mi Istri 2-3 kali seminggu digaji 4,5 kali lebih tinggi
daripada mereka yang kurang aktif secara s3ksual.

Studi yang dilakukan di Inggris ini menggunakan data dari 7.500 pekerja asal Yunani. Pemimpin studi, Dr Nick Drydakis, mengatakan kepada Metro.co.uk (20/4): Teori Hirarki Kebutuhan Maslow mengklaim bahwa individu yang lebih bahagia dan puas pada hidupnya, menjadi lebih produktif dan sukses dalam pekerjaan, yang diterjemahkan dengan upah yang lebih tinggi."

Studi ini menyimpulkan seseorang perlu untuk dicintai dan mencintai, baik secara s3ksual atau non-se3sual oleh orang lain. Dr Nick menambahkan bahwa bila tidak adanya unsur-unsur itu, seseorang mungkin jadi lebih rentan terhadap kesepian, kecemasan sosial dan depresi - semua faktor yang dapat mempengaruhi karir seseorang.

Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan info ini kepada rekan yang lain ya....

Sumber: redaksisembilan.blogspot.com

Thursday, 15 December 2016

Amalkan Doa Ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebanyak Apa Pun Akan Terlunasi ..

Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur.


 
Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,
 
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، 
وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ
الْفَقْرِ
 
Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal
‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
 
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).
 Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)
 
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).
 
Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin...
 
sumber : Pelangimuslim.com

Tuesday, 13 December 2016

Istri “Minta” Duluan?? Tiket masuk SURGA, Berikut Penjelasannya

Pengumuman untuk para istri mohon baca ini klo mau masuk
SURGA....!! Dalam kehidupan masyarakat kita yang berbudaya timur, adalah sesuatu yang tabu bagi seorang wanita membicarakan dan meminta hubungan suami istri. Bagaimana Islam menjawab permasalahan tersebut?


Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami, bapakku memberitahuku, dia berkata, ‘Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi. Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini.
Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya. Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, ‘Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?’
“Ada yang menjawab, ‘Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.’
‘Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit,’ kata Zainab. ‘Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.’
“Maka akhirnya Zainab menikah dengannya,” kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, “selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.”
Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada
suami. Sikap dingin adakalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya.
Tapi seperti minuman hangat
yang didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.
Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim. Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah.
Insya-Allah, seorang istri yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, kebahagiaan ketika bayi Anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma amin.
Benarlah nasihat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”
Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.
Jadi jika Anda, seorang istri, belum pernah mengajak suami? Hmm, cobalah. Temukan sesuatu yang beda di sana…
Sumber : bagikan.xyz

Monday, 12 December 2016

MUSLIMAH WAJIB BACA !!! APAKAH BOLEH MUSLIMAH...!! Merintih Saat B3rhvbvng4n Su4mi-Istri...? INILAH PENJELASAN DALAM ISLAM...

WOW...! Menarik juga membahas hal yang satu ini, yaitu rintihan wanita saat menikamti hubungan dengan sang suami dalam aktivitas keluarga. Berhubungan suami istri adalah hal sakral yang dilakukan, terkadang para muslimah merintih ketika berhubungan suami istri karena menikmatinya. Apa tuh di benarkan dalam Islam...?



Dalam beberapa kitab klasik seperti "Uqûd al-Lujain fi Bayân Huqûq al-Zaujain, berbicara atau bersuara pada saat jima" adalah hal yang dilarang. Sebagian muslim dan muslimah jg berpegang pd pandangan ini sehingga tidak berani bersuara, termasuk mengeluarkan rintihan, saat bercinta. Benarkah demikian?

Salim A. Fillah dalam bukunya Barakallahu Laka... Bahagianya Merayakan Cinta-tanpa mengurangi penghargaan terhadap Syaikh Muhammad Umar An Nawawi Al Bantani yg telah menulis kitab tersebut, memaparkan bahwa larangan bersuara pada saat jima’ ternyata bertentangan dgn riwayat shahih yg menjelaskan praktik generasi

sahabat.

Abd bin Humaid meriwayatkan dr Ibnu Mundzir sebagaimana dikutip Imam As Suyuthi dlm Ad Durrul Mantsur bahwa sahabat sekaligus penulis wahyu yg mulia, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, pernah suatu kali menjima’ istrinya. Tiba-tiba sang istri mengeluarkan desahan napas dan rintihan yang penuh gairah sehingga ia sendiri pun menjadi malu pd suaminya. Tetapi Muawiyah bin Abi Sufyan berkata, “Tidak apa-apa, tidak jadi masalah. Sungguh demi Allah, yg paling menarik pd diri kalian adalah desahan napas dan rintihan kalian.”

Senada dengan riwayat tersebut, faqihnya sahabat, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya tentang hukum rintihan dan desahan saat berjima’. Beliau menjawab: “Apabila kamu menjima’ istrimu, berbuatlah sesukamu.”

Demikianlah praktek dan fatwa sahabat. Ternyata mereka membolehkan rintihan dan desahan saat bercinta. Meski demikian, suami istri perlu memastikan agar suara mereka saat bercinta itu tidak sampai terdengar orang lain, termasuk anak-anaknya.

Kesimpulannya, kembali lagi pada anda, asalkan merintih dengan pasangan yg halal dan tidak mengganggu orang lain, Ok?
Semoga artikel ini bermanfaat ya, silahkan share dan like

Sunday, 11 December 2016

Terungkap !!! Ternyata Inilah 7 Amalan Yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup - No.4 Paling Sederhana. Bantu Share Ya,,

Tumpukan dosa yang menggumpal bukan berarti tidak dapat dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat meleburnya. Selama dosa itu bukanlah dosa besar yang menyebabkan kekafiran. Sebab kekafiran hanya dapat diganti dengan kembali dalam pelukan Islam.


Berikut ini yaitu 7 amalan yang dapat menghapuskan dosa. Apa saja itu?

1. Taubat
Kesalahan dapat dilakukan siapa saja. Tidak terkecuali pakar ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tidak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Namun, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Serta tidak menunda taubatnya walau sedetik juga.

“Langsung bertaubat dari dosa, ” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan kewajiban yang tidak dapat ditunda-tunda. Bila taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu. ”

Begitu utamanya taubat karena ia yaitu gerbang semua ampunan. Ia yaitu bentuk pengakuan hamba atas dosanya, serta jembatan pengakuan Allah untuk ampunan-Nya. Taubatlah sebagai kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman, “…Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman serta kerjakan amal shalih, jadi kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Serta yaitu Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. Furqan : 70).

2. Sedekah
Sesudah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang dapat melebur dosa yaitu sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman, “Jika anda memperlihatkan sedekah (mu) jadi itu yaitu sangat baik. Apabila anda menyembunyikannya serta anda berikan pada beberapa orang fakir, jadi menyembunyikan itu tambah baik untuk anda. Serta Allah akan menghapuskan dari anda sebagian sebagian kesalahanmu, serta Allah tahu apa yang anda lakukan. ” (QS. al-Baqarah : 271).

Rasulullah Saw bersabda, “…sedekah itu mematikan (melebur) kekeliruan serta takwa itu membunuh kekeliruan seperti air memadamkan api. ” (H. r. Thabrani).

Sedekah datang dari kata shadaqa yang bermakna benar. Orang yang sukai bersedekah yaitu orang yang benar pernyataan imannya. Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum ataupun bebrapa ketetapan umum yang lain. Hanya saja, bila infak condong terkait dengan materi, sedekah memiliki makna lebih luas.

Sedekah menyangkut juga hal yang berbentuk non-materi. Hadits kisah Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan kalau bila tidak dapat bersedekah dengan harta, jadi membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, terkait suami-istri, atau lakukan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah Saw menyebutkan kalau tersenyum pada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad
Ibadah lainnya yang masih terkait segera dengan harta serta pahalanya mampu melebur dosa yaitu jihad. Jihad di jalan Allah yang dikerjakan dengan ikhlas bisa melebur dosa. Baik yang dikerjakan dengan harta ataupun jiwa. “… (yakni) anda beriman pada Allah serta Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah dengan harta serta jiwamu. Tersebut yang tambah baik untuk anda bila anda tahu, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosamu serta memasukkan kedalam surga…” (QS.


ash-Shaff : 11-12).

Karenanya, beberapa
sahabat Rasulullah saw senantiasa berlomba menyambut seruan jihad. Meski mereka telah menginfakkan harta, namun itu tidak membuat mereka senang untuk tidak ikut berjuang di jalan Allah. Untuk mereka, syahid di jalan Allah yaitu kunci utama untuk mendapatkan ampunan Allah.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid bakal diampuni dosanya pada percikan darah yang pertama, serta bakal dikawinkan dengan dua bidadari serta akan berikan syafaat tujuh puluh dari anggota keluarganya…, ” (H. r. Thabrani).

4. Wudhu
Untuk mereka yang tidak pernah berjihad bukan berarti pintu melebur dosa tertutup. Ibadah sehari-hari yang kita lakukan dengan ikhlas serta sesuai tuntutan Rasulullah saw, juga bisa menghapus dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, jadi dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedang shalatnya, jalannya menuju masjid yaitu amalan tambahan, ” (H. r. Muslim serta Nasa’i). ”

5. Shalat
Diluar itu, shalat adalah kaffarah (penebus) dosa serta kesalahan seseorang hamba. Perumpamaan orang yang lakukan shalat lima saat satu hari semalam seperti orang yang di depan rumahnya mengalir sungai serta ia mandi lima kali sehari. Tidak akan ada kotoran yang tersisa. “Begitulah perumpamaan shalat lima saat. Dengan shalat itu Allah bakal melebur beberapa kekeliruan (hamba-Nya), ” ujar Rasulullah saw seperti diriwayatkan Bukhari serta Muslim.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim serta Tirmidzi kalau Rasulullah saw menegaskan, “Shalat lima saat, shalat Jum’at menuju Jum’at selanjutnya yaitu pelebur dosa diantara mereka, selama dosa-dosa besar tidak dilanggar. ”

6. Puasa
Ibadah puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan serta hanya mengharap ridha Allah juga dapat melebur dosa. “Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman serta ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat. ” (H. r. Bukhari Muslim).

Apalagi bila puasa Ramadhan diikuti dengan puasa Syawal enam hari setelahnya. “Sesiapa yang puasa Ramadhan serta menemaninya dengan puasa enam hari di bln. Syawal, jadi ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya, ” sekian sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath-nya.

Puasa ayyamul bidh (tiga hari setiap pertengahan bln. hijriyah) juga bisa jadi pelebur dosa. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad kalau Rasulullah saw bersabda, “Dari setiap bln. tiga hari, siapapun yang dapat melaksanakannya, jadi (pahala) setiap harinya dapat melebur sepuluh kali kesalahan serta dia bersih dari dosa seperti air membersihkan baju. ”

7. Haji
Bila beribadah harian (seperti shalat), bulanan (seperti puasa sunnah), atau tahunan (seperti puasa Ramadhan) dapat melebur dosa, begitu halnya beribadah haji yang diharuskan sekali seumur hidup untuk yang dapat.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang melaksanakan haji, lalu tidak berbicara kotor serta tidak fasik, dia akan kembali (diampuni) dari dosanya sebagai mana ia dilahirkan ibunya, ” (H. r. Bukhari Muslim).

Begitulah kesempurnaan Islam serta keutamaan umat Nabi Muhammad. Hari-harinya penuh dengan pahala yang dapat melebur dosa kesalahannya.

Semoga dosa-dosa kita dihapus serta diampuni oleh-Nya. Aamiin.

Monday, 5 December 2016

Amalkan Doa Ini Sebelum Tidur, Insya Allah Hutang Sebanyak Buih Di Lautan Akan Lunas

Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur.
Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,
 
 
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، 
وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
 
Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi
wan-nawaa wa
munzilat-tawrooti
wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
 
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).
 Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)
 
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).
 
Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin...